Performance DPS Di Lembaga Keuangan dan Bisnis Syariah Masih Belum Baik

Masih rendahnya market share keuangan dan bisnis syariah di Indonesia, antara lain karena masih belum baiknya performance Lembaga Keuangan dan Bisnis Syariah, termasuk performance Dewan Pengawas Syariah (DPS)” demikian pernyataan yang disampaikan Dr. KH. Ahmad Daraji, M.Si, Ketua Majelis Ulama Indonesia Propinsi Jawa Tengah dalam pembukaan Pelatihan Pengawas Syariah yang diselenggarakan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Institute bekerjasama dengan DSN-MUI Perwakilan Jawa Tengah di Hotel Semesta Semarang pada hari Kamis-Sabtu (29-31/03/2018).

Lebih lanjut Dr. Ahmad Darodji memaparkan bahwa di antara Indikator belum baiknya performance DPS dapat diketahui dari rendahnya kehadiran DPS dalam rapat-rapat yang diselenggarakan pihak manajemen LKS, opini syariah yang belum berkualitas, dan penyampaian temuan-temuan penyimpangan di LKS oleh DPS yang belum obyektif dan akurat. Oleh karena itu, Pelatihan Pengawas Syariah kepada para DPS atau calon DPS penting untuk dilakukan.

Sementara Ketua Panitia Pelatihan, Dr. Abu Rahmat, M.Ag, mengatakan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap ekonomi dan keuangan syariah saat ini masih sangat rendah dan beragam, sehingga wajar kadangkala muncul penilaian dari masyarakat bahwa Lembaga keuangan syariah tidak jauh beda dengan lembaga keuangan konvensional bahkan kadang proses leyanannya berbelit-belit dan lebih mahal. Kondisi ini lebih dipersulit lagi dengan adanya perbedaan pandangan madzhab di kalangan masyarakat terkait boleh tidaknya bertranskasi dengan keuangan konvensional. “Mudah-mudahan melalui pelatihan pengawas syariah ini, para DPS nantinya  bisa menyamakan pemahaman terkait prinsip syariah dalam operasional Lembaga keuangan syariah, terutama operasional koperasi syariah/BMT…sehingga para DPS dapat mewujudkan Visi DSN-MUI untuk memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat Indonesia” demikian harapan Ketua panitia Pelatihan yang juga Kordinator DSN-MUI Perwakilan Jawa Tengah menutup sambutan pembukaan pelatihan.

Pelatihan calon DPS ini diikuti 43 orang peserta dari berbagai latar belakang, seperti pesantren, perguruan tinggi, dan aktivis Lembaga Keuangan Syariah (LKS). Narasumber yang dihadirkan DSN-MUI Institute berasal dari para akademisi dan praktisi, antara lain: Prof. Dr. Ahmad Rofik, MA, Dr. Abu Rokhmad, M.Ag, Dr. H. Nur Fathoni, M.Ag, Ah, Azharuddin Lathif, M.Ag, MA, Muhammad Gunawan Yasni, SE, MM,  dan Kartiko Adi Wibowo.

Foto Kegiatan Pelatihan

DSN-MUI INSTITUTE

DSN-MUI INSTITUTE