Koperasi Syariah 212 Belajar Pengawasan Syariah ke DSN-MUI

Jakarta, 20/9/2018. Sejak mendapatkan pengesahan dari pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah No. 003136/BH/M.UMKM.2/I/2017 pada tanggal 19 Januari 2017, Koperasi Syariah 212 terus mengembangkan usahanya dengan terus menambah jumlah anggota, menghimpun dana tabungan, jaringan dan kekuatan investasi pada sektor produktif. Hingga saat ini ratusan komunitas Koperasi Syariah 212 telah memiliki 170 toko ritel di seluruh Indonesia.

Dalam upaya menguatkan aspek pengawasan syariah, Koperasi Syariah 212 bekerjasama dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) melaksanakan pelatihan calon Dewan Pengawas Syariah pada hari Kamis-Sabtu, 20-22 September 2018 di Hotel Sofyan Jl. Prof. Dr. Soepomo No. 23 Tebet, Jakarta Selatan. Sejumlah 30 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan pelatihan ini.

Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Jaih Mubarok, Wakil Ketua DSN-MUI. Dalam sambutannya, Prof Jaih mengapresiasi semangat komunitas Koperasi Syariah 212 dalam mengembangkan ekonomi syariah. Beliau menyampaikan bahwa idealnya perangkat hukum yang mengatur tentang ekonomi dan keuangan syariah diatur oleh Negara dalam peraturan perundang-undangan. Namun faktanya ekonomi syariah lahir berdasarkan kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama di Indonesia lahir tahun 1991 sedangkan Undang-Undang Perbankan Syariah hadir pada tahun 2008. Oleh sebab itu, DSN-MUI merupakan ikhtiyar masyarakat madani untuk mengembangkan ekonomi syariah dengan adanya pedoman berupa fatwa dalam melaksanakan prinsip syariah.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Dewan Pengurus Koperasi Syariah 212 yang diwakili oleh Dr. Irfan Syauqi Beik, Sekretaris Umum dan Eka Rusmiyanti, Koordinator Pusat Komunitas. Berdasarkan penuturan Eka Rusmiyanti, pelatihan calon DPS ini adalah angkatan pertama dari ratusan komunitas Koperasi Syariah 212. Selanjutnya pihaknya akan melaksanakan kembali untuk angkatan kedua di bulan Desember 2018 dan angkatan berikutnya di tahun 2019.

Peserta berjumlah 30 orang mendapatkan materi antara lain: Mengenal DSN-MUI dan DPS, Pengantar dan Regulasi Koperasi Syariah, Ushul Fiqh, Qawaidh Fiqhiyyah, Prinsip Dasar Muamalat, Akad-akad Syariah, Ta’wid, Ta’zir, Akuntansi Syariah, SOP, Opini Syariah, Pemasaran Syariah, Akta Perjanjian Syariah dan Simulasi Uji Petik. Para pengajar antara lain: Prof. Dr. Jaih Mubarok, Pristiyanto, M.M., Muhammad Faishal, M.Ec., Dr. Mohammad Hidayat, S.H., MBA., Muhammad Faiz, M.A., Rikza Maulan, M.A., Drs. Aminuddin Yakub, M.A., Dr. Dawud Arif Khan, S.E.., M.A., dan Cecep Maskanul Hakim, M.Ec.

DSN-MUI Institute

DSN-MUI Institute