Ketum MUKISI: 50 Rumah Sakit Ditargetkan Memiliki Sertifikat Syariah di Tahun 2018

Jakarta, 30/8/2018. Upaya penerapan Prinsip Syariah dalam pelayanan kesehatan semakin berkembang di masyarakat. Salah satu upaya dimaksud adalah sertifikasi syariah bagi Rumah Sakit di Indonesia. Berdasarkan data Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI), hingga saat ini ada 10 (sepuluh) Rumah Sakit yang telah tersertifikasi syariah oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Kegiatan sertifikasi syariah akan terus dilakukan oleh DSN-MUI berdasarkan permintaan Rumah Sakit yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Proses sertifikasi syariah oleh DSN-MUI membutuhkan asesor yang kompeten, professional dan amanah. Oleh sebab itu, DSN-MUI bekerjasama dengan MUKISI menyelenggarakan Pelatihan Asesor Sertifikasi Rumah Sakit Syariah pada hari Kamis-Jumat, 30-31 Agustus 2018 di Hotel Sofyan Cut Meutia, Cikini, Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 31 peserta utusan Rumah Sakit dari Aceh, Jakarta, Tangerang, Sukabumi, Semarang, Wonogiri, Wonosobo, Yogyakarta, Lamongan, Malang dan 9 peserta utusan DSN-MUI.

Para peserta pelatihan mendapat materi antara lain: Mengenal DSN-MUI, Pengantar Syariah, Akad-akad Syariah di Rumah Sakit, Pengantar Lembaga Keuangan Syariah, Manajemen Rumah Sakit, Fatwa tentang Kedokteran, Sertifikasi Produk Halal, Standar Sertifikasi Rumah Sakit dan Simulasi. Para pengajar berasal dari DSN-MUI, LPPOM MUI dan MUKISI sesuai bidang materi yang diajarkan.

Ketua Umum MUKISI, dr. H. Masyhudi AM, M.Kes., menyampaikan dalam sambutannya bahwa 10 Rumah Sakit sudah tersertifikasi syariah oleh DSN-MUI dan saat ini 24 Rumah Sakit dalam proses sertifikasi. Rumah Sakit Umum Daerah di Aceh dan Tangerang serta Rumah Sakit Pelni ikut serta dalam proses sertifikasi syariah. “Kami targetkan 50 Rumah Sakit tersertifikasi syariah pada tahun 2018”, ujar Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang.

Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A. selaku perwakilan pimpinan DSN-MUI menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Buya Amir berharap MUKISI menjaring kerjasama dengan rumah sakit yang dimiliki oleh tokoh muslim dan organisasi kemahasiswaa seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama agar mereka ikut sertifikasi syariah. Selain itu, beliau minta agar para pengelola rumah sakit syariah agar mengimplementasikan ruh syariah dalam manajemen dan pelayanan medis kepada masyarakat. “RS Syariah harus terus berlomba dalam kebaikan dalam melayani masyarakat”, ujar wasekjen MUI Pusat yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta.

DSN-MUI INSTITUTE

DSN-MUI INSTITUTE