DSN-MUI Mendukung Peningkatan Mutu Rumah Sakit Syariah

Jakarta, 19/03/2018. Peningkatan jumlah Rumah Sakit yang telah tersertifikasi syariah mendorong kebutuhan terhadap sumber daya insani Dewan Pengawas Syariah. Oleh karena itu, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) bekerjasama dengan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) menyelenggarakan Pelatihan Calon Dewan Pengawas Syariah (DPS) Rumah Sakit pada hari Selasa-Jumat, 19-22 Maret 2019 di Hotel House of Arsonia Jl. Pejompongan Raya No. 12 Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Para peserta pelatihan adalah akademisi, kiai dan profesional yang mendapatkan rekomendasi dari RS Islam yang sudah dan/atau sedang memproses sertifikasi RS syariah di DSN-MUI. Mereka berasal dari beberapa daerah antara lain Aceh, Medan, Pekanbaru, Lampung, Tangerang, Bekasi, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Klaten, Wonosobo, Kandangan, Lamongan dan Temanggung. Peserta yang mendapatkan nilai minimal 75 dalam post-test dinyatakan lulus dan berhak mendapatkan sertifikat pelatihan. Bagi yang belum lulus diberikan kesempatan ujian ulang sebanyak 2 (dua) kali. Ujian ini bertujuan untuk menjaga standar kompetensi pengawas syariah agar RS Syariah semakin meningkat mutunya dengan hadrinya pengawas syariah yang kompeten dan profesional.

Materi pelatihan antara lain Mengenal DSN-MUI dan DPS, Pengantar Manajemen Rumah Sakit, Ushul Fiqh, Qawaid Fiqhiyyah, Standar Sertifikasi RS Syariah, Laporan Keuangan RS Syariah, Fatwa MUI tentang Kedokteran, Akad-akad Syariah, Sertifikasi Produk Halal, Penyusunan Kontrak Syariah di RS, Pengantar Lembaga Keuangan Syariah, Fiqh Terapan RS Syariah dan Simulasi Pengawasan RS Syariah. Para pengajar antara lain: Dr. Anwar Abbas, M.Ag., M.M., Dr. Hasanudin, M.Ag., dr. H. Masyhudi, M.Kes., Dr. dr. Endy Astiwara, M.A., Dr. M. Bukhori Muslim, M.A., Dr. Dawud Arif Khan, M.A., Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag., M.H., Rikza Maulan, Lc., M.A. dan tim pengajar MUKISI.

Dalam sambutannya, dr. H. Masyhudi AM, M.Kes., Ketua Umum MUKISI menyampaikan bahwa acara pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX) 2019 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center pada 21-23 Maret 2019. Tujuan IHEX ini adalah mengenalkan RS Syariah kepada masyarakat secara luas. Hingga saat ini, dari kurang lebih 2900 rumah sakit, terdapat 500 RS Islam yang berada di bawah naungan organisasi/asosiasi MUKISI. RS Islam pada umumnya didirikan oleh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, PERSIS, yayasan Islam dan perorangan.

Acara pelatihan ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., M.M. yang juga adalah Sekretaris DSN-MUI. Buya Anwar menerangkan bawah DSN-MUI adalah lembaga/badan di bawah MUI yang memiliki tugas antara lain: menetapkan fatwa ekonomi syariah serta mengawasi penerapannya, membuat pedoman implementasi fatwa, memberikan dan/atau mencabut rekomendasi DPS, menerbitkan sertifikat kesesuaian syariah dan menyelenggarakan pelatihan dan/atau sertifikasi pengawas syariah. Sebagai representasi DSN-MUI di RS Syariah, DPS memberikan saran/nasehat kepada Direksi tentang kepatuhan Prinsip Syariah, mengawasi penerapan Prinsip Syariah dan membuat laporan rutin terkait pengawasan syariah di lembaga/institusi yang diawasinya kepada DSN-MUI.

Di hadapan puluhan peserta, Buya Anwar menyampaikan filosofi bekerja sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Seorang muslim wajib memahami ajaran agamanya dari aspek akidah, ibadah dan muamalah. Akidah mengajarkan kita untuk menyakini Allah Yang Maha Esa dan tidak menyekutukan-Nya. Ibadah mendorong kita menyembah Tuhan dengan cara-cara yang Dia ajarkan dalam firman-Nya dan dijelaskan oleh sabda nabi-Nya serta dijelaskan oleh para ulama. Dalam aspek muamalah, prinsipnya adalah kebolehan kecuali yang dilarang. Allah melarang konsumsi zat yang haram, praktek gharar, maisir dan riba, curang, tipu daya, zalim, mengurangi takaran, menipu dan sebagainya. Setiap larangan Allah akan menghindarkan manusia dari keburukan, sebaliknya setiap perintah-Nya akan membawa kemaslahatan.

Buya Anwar yang juga Dosen Ekonomi Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyatakan dengan tegas bahwa akhlak mulia wajib dimiliki oleh setiap muslim. Ikhlas dan ihsan menjadi sifat yang melekat bagi pekerja muslim dalam mencari rezeki dan keberkahan Allah serta berorientasi fastabiqul khairaat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan khairunnaas ‘anfa uhum linnaas (sebaiknya-baiknya manusia yang bermanfaat bagi orang lain).

DSN-MUI INSTITUTE

DSN-MUI INSTITUTE